Kuatkan Manajemen dan Kemandirian Dana, LP Ma’arif NU Kudus Targetkan Madrasah Berdaya Saing Global
Kudus, lpma'arifnukudus.or.id — Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Kabupaten Kudus terus memantapkan komitmennya dalam mewujudkan sistem pendidikan yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing global.
Langkah ini direalisasikan melalui penguatan sinergi organisasi dari tingkat cabang hingga Pengurus Majelis Wakil Cabang (PMWC) guna memodernisasi tata kelola lembaga secara menyeluruh.
Ketua LP Ma’arif NU PCNU Kudus, K. Ridwan, S.Pd.I., dalam Rapat Kerja Dinas (RAKERDIN), Sabtu (8/8/2026) di Sapphire Boutique Hotel Kudus menegaskan bahwa tantangan dunia pendidikan saat ini menuntut madrasah dan sekolah NU untuk bertransformasi tanpa kehilangan jati diri keagamaannya.
"Kualitas lulusan tidak hanya dinilai dari deretan angka di atas kertas, tetapi juga kedalaman karakter," kata K. Ridwan.
Ia menjelaskan, kemajuan madrasah tidak cukup hanya diukur dari prestasi akademik semata. Pendidikan kita harus mampu membentuk peserta didik yang memiliki karakter kuat, sekaligus siap menghadapi tantangan dunia yang terus berubah.
"Anak-anak kita harus mampu bersaing di kancah global, dan mari kita bimbing mereka dengan pendekatan yang humanis serta penuh kasih sayang," ujar K. Ridwan.
Upaya penataan tersebut, jelas K. Ridwan diwujudkan melalui pembinaan berkesinambungan bagi seluruh satuan pendidikan di bawah naungan Ma’arif NU Kudus, mulai dari jenjang MI/SD, MTs/SMP, hingga MA/SMA/SMK.
Pembinaan difokuskan pada pemantapan kurikulum Ke-NU-an/Aswaja, penyelenggaraan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) mandiri, hingga penguatan Forum Komunikasi Kepala Madrasah/Sekolah (FK2M/S).
Tidak hanya berfokus pada ruang kelas, LP Ma’arif NU Kudus juga aktif menggembleng minat dan bakat peserta didik melalui ajang Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (PORSEMA NU) serta Olimpiade Sains dan Ke-NU-an.
"Alhamdulullah Kudus selalu juara umum. Sudah 10 kali kontingen LP Ma'arif Kudus menjadi juara umum PORSEMA," sebutnya penuh syukur dan bangga.
Dalam menanamkan ideologi Adwaja, LP Ma'arif NU Kudus juga bersinergi dengan PC IPNU-IPPNU Kudus dengan menghidupkan Pimpinan Komisariat di setiap madrasah dan sekolah sebagai benteng ideologi kader muda NU.
Dari sisi tata kelola, LP Ma’arif NU Kudus mewajibkan penataan administrasi yang tertib serta penyetaraan identitas lembaga, mulai dari penulisan papan nama, kop surat, hingga penggunaan seragam resmi Ma’arif.
"Wajib hukumnya madrasah dan sekolah di bawah naungan LP Ma'arif untuk memberikan pelajaran Ke NU an. Juga wajib memakai seragam batik Ma'arif baik guru maupun muridnya," ujar K. Ridwan mengingatkan.
Keberadaan Tim Litbang juga dimaksimalkan untuk mengawal riset, pengembangan kurikulum, dan pemolesan branding sekolah unggulan.
Untuk menopang seluruh agenda strategis tersebut, LP Ma’arif NU Kudus mengoptimalkan skema kemandirian dana melalui program Infaq Madrasah/Sekolah Ma’arif (INMA).
Melalui program ini, para siswa berpartisipasi memberikan infaq bulanan yang terjangkau, yakni Rp3.000 untuk tingkat MI/SD, Rp4.000 untuk MTs/SMP, dan Rp5.000 untuk jenjang MA/SMA/SMK.
Akuntabilitas pengelolaan dana INMA terbukti berjalan transparan, di mana pada Semester Gasal TP 2025/2026 tercatat perolehan sebesar Rp583.439.500 per 12 Februari 2026.
"Seluruh hasil perolehan INMA kita didistribusikan kembali secara proporsional melalui sistem sharing persentase," jelas K. Ridwan.
Menurut Ketua LP Ma'arif NU Kudus, alokasi dana dimanfaatkan untuk operasional sekolah (30%), pengembangan LP Ma’arif PCNU (20%), penguatan kegiatan PMWC tingkat kecamatan (10%), operasional FK2M/S (5%), kegiatan sosial (5%), serta alokasi strategis untuk persiapan pendirian Perguruan Tinggi NU Kudus (30%).
K. Ridwan menyampaikan apresiasi yang mendalam atas gotong royong seluruh warga sekolah dan masyarakat yang mendukung keberlanjutan program ini.
"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para murid, wali murid, dan pihak madrasah/sekolah atas partisipasi aktifnya dalam program INMA ini. Dana sharing INMA yang disalurkan ke tingkat kecamatan maupun sekolah diharapkan benar-benar dimanfaatkan secara optimal untuk program peningkatan mutu pendidikan dan peningkatan kualitas murid," pungkas K. Ridwan.
Nuhin/Litbang


0 Komentar